PURI DP IT Community
Sabtu, 07 April 2012
Backup dan Restore pada Ponsel Android
Meskipun mulai stagnan di akhir tahun 2011, harus diakui bahwa Android merupakan sistem operasi mobile dengan pertumbuhan yang termasuk sangat cepat.
Di Indonesia sendiri, pasar Android juga relatif cepat bertumbuh, walaupun market share-nya masih kalah dengan BlackBerry. Namun, setidaknya Android cukup berhasil mencuri perhatian banyak orang dan bahkan menimbulkan rasa penasaran untuk mencobanya.
Tak heran, banyak yang kemudian membeli ponsel berbasis Android sebagai ponsel kedua atau ketiga. Bahkan, tak sedikit pula yang rela menggantikan posisi ponsel utamanya dengan ponsel berbasis Android. Apalagi hal ini didukung oleh tarif operator yang murah dengan aneka bonus.
Saat hanya menggunakan satu ponsel, terkadang ada hal-hal tertentu yang dilewatkan begitu saja oleh pemiliknya. Backup terhadap nomor kontak misalnya. Mengapa begitu? Ya, karena semua dilakukan hanya di satu ponsel.
Penambahan nomor ponsel kenalan baru dilakukan di ponsel yang itu, pembaruan/perubahan (update) nomor teman lama yang berganti operator dilakukan di ponsel yang sama juga. Jadi, seolah hal ini tampak aman-aman saja karena semua langsung termutakhirkan.
Pengguna ponsel sering kurang sadar bahwa begitu ponselnya hilang, otomatis hilang pula seluruh nomor kontak relasi yang tersimpan.
Selain itu, ketika mulai menggunakan dua-tiga ponsel, kadang kesadaran untuk melakukan backup nomor kontak baru tumbuh. Saat satu ponsel kehabisan daya baterai, padahal ada keperluan untuk mengontak seseorang, pemanggilan dilakukan dengan ponsel yang lain.
Nah, saat itu baru kita sadar bahwa di ponsel itu, nomor kontak orang yang akan dipanggil tidak ada. Kejadian seperti inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk melakukan backup terhadap data nomor kontak agar siap di-restore kembali, baik ke ponsel yang sama maupun ke ponsel lain.
Tapi mungkin jauh sebelum terjadi kasus seperti di atas, sudah ada usaha untuk melakukan backup dan restore.
Ketika ratusan bahkan ribuan nomor kontak yang ada di ponsel pertama akan disalin ke ponsel kedua, seseorang pasti akan segera memutar otak, mencari cara yang paling mudah dan cepat untuk melakukannya. Sudah jelas tidak mungkin dia akan memasukkan data nomor kontak yang berjumlah ratusan itu satu per satu.
Terkait dengan Android yang sudah disebut-sebut di awal tulisan tadi, maka ketika Anda hendak bermigrasi ke Android, entah itu sebagai ponsel utama atau ponsel “cadangan”, strategi backup dan restore data nomor kontak pastilah akan diperlukan.
Proses backup dan restore ternyata tidak hanya bermanfaat untuk nomor kontak saja, tetapi juga untuk hal lain seperti SMS, data, dan aplikasi. Nah, kami akan membeberkannya untuk Anda, bagaimana melakukan itu semua (khususnya di ponsel berbasis Android).
Pada penulisan artikel ini, kami menggunakan ponsel berbasis Android 2.2.1 Froyo.
Minggu, 25 Maret 2012
Comice OS 4 Sudah Siap Diunduh
Comice OS 4 akhirnya secara resmi telah rilis versi finalnya pada 23 Maret lalu. Comice OS ini hadir bagi Anda yang ingin mendapatkan tampilan menarik, elegan, serta bisa dikustomasi layaknya tampilan ala Mac OS.
Bagi yang belum mengetahui, Comice OS 4 merupakan salah satu distro Linux berbasis Ubuntu yang dulunya bernama Pear OS. Comice OS menggunakan kombinasi dari Ubuntu 11.10 dan juga Ubuntu 12.04 LTS yang baru akan rilis akhir April ini. Comice OS 4 menggunakan kernel Linux versi 3.2, dan tampilan Gnome 3.2.2.
Comice OS 4 telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi sehari-hari yang tegolong lengkap, sehingga Anda yang terkendala dengan koneksi internet bisa langsung menggunakannya setelah melalui instalasi. Begitu pula dengan codec standar untuk menjalankan aplikasi multimedia telah tersedia. Tidak heran karena versi 32 dan 64 bit berukuran 1 GB lebih yang berarti telah terisi segala kebutuhan komputasi umum.
Untuk aplikasi office telah dilengkapi dengan LibreOffice 3.5, sedangkan aplikasi bawaan lainnya mencakup Mozilla Firefox 11, Mozilla Thunderbird 11, LibreOffice 3.5, Clementine, Shotwell, Totem Movie Player, BleachBit, Adobe Flash Player plug-in serta Synaptic Package Manager.
Yang unik Comice OS menggunakan Pear Appstore sebagai software manager. Dengannya Anda tidak memilih aplikasi tambahan yang ingin dipasang tanpa perlu menggunakan perintah command melalui Terminal. Pear Appstore sendiri merupakan plesetan dari Apps Store miliki Apple. Bermodalkan ruang lingkup desktop DNOME 3.2.2 yang dinamis, Comice OS memang sedikit 'meniru' beberapa tampilan desktop layaknya Mac OS.
Tampilan lain yang mengingatkan akan Mac OS yaitu aplikasi yang ditampilkan melalui dock launcher. Begitu pula dengan moto Apple "Think Different" yang diplesetkan menjadi "Think Totally Different".
Comice OS juga hadir untuk versi KDE Edition serta Netbook Edition yang ditujukan bagi pemilik dengan spesifikasi yang lebih ringan.
Bagi yang penasaran ingin mencoba bisa mengunjungi situs resminya di http://pear-os-linux.fr/.
Langganan:
Entri (Atom)